Menurut Isa, komposisi tersebut menunjukkan sekitar 40 persen lulusan SD akan tertampung di SMP negeri, sedangkan sekitar 60 persen lainnya diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Ia menegaskan, selama pelaksanaan SPMB berjalan sesuai ketentuan, seluruh anak usia sekolah di Surabaya tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Isa juga memastikan tidak akan ada anak di Kota Pahlawan yang putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
“Semua siswa tetap akan mendapatkan akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta,” tegasnya. (frchn)