Ribuan Lulusan SMK Jatim Dilirik Industri Dunia, Jepang Jadi Tujuan Favorit

pendidikan | 16 Mei 2026 17:20

Ribuan Lulusan SMK Jatim Dilirik Industri Dunia, Jepang Jadi Tujuan Favorit
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melepas siswa SMK untuk melakukan magang kerja di luar negeri. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co — Khofifah Indar Parawansa menyebut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur kini semakin diminati industri internasional. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah siswa dan alumni SMK yang mengikuti program magang kerja serta penempatan tenaga kerja di berbagai negara.

 

Sebanyak 1.790 siswa dan alumni SMK dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan mengikuti program magang dan penempatan kerja luar negeri di 13 negara tujuan. Dari jumlah tersebut, 1.067 merupakan siswa kelas XII dan XIII peserta magang, sedangkan 723 lainnya merupakan alumni yang telah bekerja di luar negeri. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (16/5/2026).

 

“Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).

 

Negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, dan Thailand.

 

 

Jepang menjadi negara tujuan paling diminati dengan total 1.216 peserta. Sementara Korea Selatan berada di posisi kedua dengan 460 peserta.

 

Kabupaten Tulungagung menjadi daerah penyumbang peserta terbanyak dengan 898 orang. Disusul Kabupaten Trenggalek sebanyak 54 peserta dan Kabupaten Pacitan sebanyak 15 peserta.

 

Berdasarkan status sekolah, peserta berasal dari SMK swasta sebanyak 597 orang dan SMK negeri sebanyak 470 orang.

 

Khofifah menegaskan, program tersebut membuktikan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur mampu mencetak lulusan yang siap bersaing, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar kerja internasional.

 

Menurutnya, peluang kerja global saat ini terbuka luas di berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, logistik hingga pertanian modern.

 

Ia mencontohkan Jerman membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut, sedangkan Jepang membuka peluang besar pada sektor pertanian dan industri.

 

 

Karena itu, Khofifah meminta para siswa terus meningkatkan kompetensi keahlian, kedisiplinan, serta kemampuan bahasa asing agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.

 

“Selain membawa rezeki, bawa pulang ilmunya karena kalian pahlawan devisa serta jaga nama baik Bangsa Indonesia,” pesannya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan tingginya penempatan lulusan SMK di luar negeri menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur terus meningkat.

 

“Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat,” kata Aries. (ivan)