UPT PTKK Jatim Sabet Dua Penghargaan Nasional SDM Vokasi Jatim Melesat

pendidikan | 20 April 2026 18:43

UPT PTKK Jatim Sabet Dua Penghargaan Nasional SDM Vokasi Jatim Melesat
Poster UPT PTKK Dinas Pendidikan Jawa Timur yang menampilkan raihan dua penghargaan nasional 2025 sebagai TUK Terbaik dan persentase kelulusan tertinggi bidang fotografi.

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di sektor pendidikan vokasi. Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) Dinas Pendidikan Jatim berhasil meraih dua penghargaan nasional sekaligus.

UPT PTKK dinobatkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik 2025 bidang fotografi oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia. Selain itu, penghargaan TUK Terbaik dari Forum LSK juga diraih berkat capaian persentase kelulusan tertinggi secara nasional.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di Jatim yang terus berkembang.

“Penghargaan ini menjadi validasi bahwa pembinaan vokasi di Jawa Timur berjalan konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Khofifah, Senin (20/4).

Ia menekankan, penguatan sumber daya manusia (SDM) vokasi menjadi kunci menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, terutama di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan big data.

“Dunia kerja saat ini sangat kompetitif. Dibutuhkan individu yang memiliki keahlian spesifik, adaptif, serta mampu menguasai teknologi baru,” tegasnya.

 

 

Menurut Khofifah, UPT PTKK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk dunia usaha dan industri. Hal ini sejalan dengan misi “Jatim Cerdas” dalam Nawa Bhakti Satya.

Selain sebagai pusat pelatihan, UPT PTKK juga berfungsi sebagai TUK resmi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang melayani siswa SMK, SMA Double Track, pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK), hingga masyarakat umum.

Di bidang fotografi, partisipasi peserta sertifikasi mencapai sekitar 300 siswa. Angka ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah lulusan sertifikasi fotografi terbanyak secara nasional.

“Serifikat kompetensi bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki dan nilai tambah saat memasuki dunia kerja,” jelas Khofifah.

UPT PTKK mengembangkan berbagai program pelatihan berbasis keterampilan di beragam sektor, mulai dari teknik mesin, pengelasan, otomotif, teknik pendingin dan tata udara, hingga tata busana, tata boga, tata kecantikan, serta bidang kreatif seperti desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi.

Untuk memperluas akses, inovasi Mobile Training Unit (MTU) juga dijalankan agar layanan pelatihan menjangkau daerah dengan keterbatasan fasilitas praktik.

“Melalui MTU, kita memastikan tidak ada kesenjangan akses. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi,” tambahnya.

Keberhasilan penguatan vokasi di Jawa Timur juga tercermin dari capaian prestasi di tingkat nasional. Selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur berhasil meraih juara umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional.

“Ini bukan hasil instan, tetapi buah dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ditambah penghargaan TUK terbaik, ini memperkuat bahwa ekosistem vokasi Jawa Timur berjalan konsisten dan on track,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut UPT PTKK kini diarahkan sebagai pusat keunggulan atau “Bengkel SDM” yang mampu mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

“Kolaborasi dengan dunia usaha dan industri menjadi kunci agar standar kerja, budaya industri, dan kebutuhan kompetensi dapat ditransfer secara optimal kepada siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh layanan pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK terbuka bagi siswa maupun masyarakat umum sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM secara inklusif.

Pemprov Jatim memastikan penguatan pendidikan vokasi akan terus diperluas melalui sinergi dengan dunia industri, guna melahirkan talenta unggul yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat global. (ivan)