Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Gresik On Track, Target Rampung Juni 2026

pendidikan | 02 April 2026 18:07

Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Gresik On Track, Target Rampung Juni 2026
Desaign Gedung Sekolah Rakyat (SR) di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Gresik terus dikebut. Hingga akhir Maret 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 27 persen dan dipastikan masih berada di jalur perencanaan.

 

Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu ini ditargetkan rampung dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026, sekitar Juni mendatang. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (2/4/2026).

 

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Gresik berjalan sesuai target. Ia memastikan proyek tersebut terus dipantau agar tidak mengalami keterlambatan.

 

“Pembangunan masih on track sesuai perencanaan. Kita harapkan bisa digunakan pada tahun ajaran baru nanti,” ujarnya saat berkunjung ke Gresik, Kamis, (2/4/2026).

 

 

 

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.

 

“Sekolah Rakyat ini merupakan miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya anaknya yang sekolah, tetapi orang tuanya juga akan mendapatkan berbagai program bantuan,” tegasnya.

 

Program ini menyasar siswa dari keluarga desil 1 dan 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Selain mendapatkan pendidikan gratis, keluarga siswa juga akan memperoleh berbagai dukungan pemerintah, mulai dari bantuan sosial, jaminan kesehatan melalui skema PBI, hingga program perbaikan rumah layak huni.

 

Gus Ipul juga menekankan bahwa proses penerimaan siswa dilakukan secara ketat dan transparan. Ia memastikan tidak ada praktik titipan maupun pungutan dalam seleksi peserta didik.

 

“Tidak boleh ada sogokan, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada suap menyuap. Ini benar-benar untuk mereka yang memenuhi kriteria,” tegasnya.

 

 

Seleksi dilakukan melalui sistem penjangkauan langsung oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan kondisi riil calon penerima manfaat.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menyampaikan bahwa pembangunan fisik hingga saat ini berjalan tanpa kendala berarti.

 

“Secara fisik sudah on track, tidak ada keterlambatan. Saat ini terus kita kejar agar sesuai target,” ujar Ummi Khoiroh.

 

Ia menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan di atas lahan lebih dari 5 hektare dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. Proyek ini berada di bawah koordinasi pemerintah pusat bersama Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Kabupaten Gresik.

 

“Target selesai tahun ajaran baru 2026, sekitar bulan Juni. Saat ini waktu pengerjaan tersisa 83 hari,” pungkasnya. (ivan)