MEDAN, PustakaJC.co - Kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemprov Sumatra Utara (Pemprov Sumut) yang berlangsung di Kota Medan pada Selasa, (29/9/2026) mencatatkan nilai transaksi yang fantastis. Hingga penutupan acara, total nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp2,843 triliun.
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, angka tersebut didominasi oleh transaksi penjualan produk unggulan Jawa Timur ke Sumatra Utara sebesar Rp2,721 triliun. Sementara itu, transaksi komoditas Sumatra Utara yang dibeli oleh pelaku usaha Jawa Timur tercatat senilai Rp121,592 miliar. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (1/10/2026).
Misi dagang kali ini mempertemukan sebanyak 51 pelaku usaha asal Jawa Timur dengan 113 pelaku usaha dari Sumatra Utara. Forum bisnis ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperluas penetrasi pasar produk unggulan daerah sekaligus memperkokoh jaringan interkoneksi perdagangan antarpulau di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa agenda Misi Dagang bukan sekadar aktivitas jual-beli, melainkan bentuk nyata sinergi ekonomi antardaerah untuk menopang ketahanan ekonomi nasional.
"Kita harus tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Bukan hanya antara Sumatra Utara dan Jawa Timur, tapi penguatan seluruh area yang ada di NKRI,” ujar Khofifah dalam keterangannya.
Catatan Disperindag Jatim menunjukkan bahwa gelaran di Medan ini merupakan agenda Misi Dagang ke-8 yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026, sekaligus menjadi yang ke-56 selama kepemimpinan Gubernur Khofifah periode 2019–2026.
Dalam perhelatan tersebut, komoditas unggulan Jawa Timur yang diserap pasar Sumut antara lain hasil olahan daging unggas, susu, telur, produk olahan perikanan, beras premium, gula kristal, benih jagung dan hortikultura, pupuk NPK, kopi, hingga produk manufaktur seperti sepatu kulit dan multiplek/plywood.
Di sisi lain, Jawa Timur menyerap sejumlah produk andalan Sumatra Utara, di antaranya komoditas hortikultura seperti wortel dan jeruk, hasil laut kepiting pasteurisasi, kopi luwak, hingga olahan kelapa seperti arang batok dan cocopeat.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemprov Jatim. Bobby menilai kolaborasi ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku usaha lokal, tetapi juga menjadi benchmarking penting bagi Pemprov Sumut dalam mengoptimalkan potensi perdagangan daerah.
“Misi dagang ini membawa kebaikan kepada para pelaku usaha dan pembelajaran kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih kita masifkan lagi untuk memperkenalkan produk-produk dan potensi yang ada di Sumatra Utara,” ungkap Bobby. (ivan)