Pemerintah Provinsi Jawa Timur Mendorong Koperasi Sektor Riil Jadi Penghubung Produksi dan Pasar

pemerintahan | 24 September 2026 19:03

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Mendorong Koperasi Sektor Riil Jadi Penghubung Produksi dan Pasar
Koperasi Sektor Riil Didorong Jadi Penghubung Produksi dan Pasar di Jawa Timur. (dok kominfo)

MADIUN, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengakselerasi transformasi koperasi, dari yang semula didominasi sektor simpan pinjam menjadi koperasi sektor riil yang berbasis produksi. Koperasi diharapkan mampu memegang peran strategis sebagai penghubung (hub) antara hasil produksi anggota, pengolahan, hingga penetrasi pasar, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan.

 

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim), Nanang Abu Hamid, dalam Talkshow Pengembangan Koperasi Sektor Riil yang berlangsung di Gedung Grha Mangga, Madiun, Rabu, (23/9/2026).

 

Nanang mengungkapkan bahwa kontribusi sektor koperasi dan UMKM terhadap PDRB Jawa Timur telah mencapai 60,04 persen. Meski demikian, dari sekitar 29.192 koperasi aktif di Jatim, lebih dari 44 persen di antaranya masih berfokus pada jasa keuangan atau simpan pinjam. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (24/9/2026).

 

 

"Kita perlu mendorong koperasi agar tidak berhenti pada aktivitas simpan pinjam, tetapi berkembang menjadi koperasi produksi yang kuat dan terintegrasi dengan sektor riil. Pertanian dan perikanan merupakan sektor strategis yang harus kita dorong melalui kolaborasi lintas sektor," tegas Nanang.

Potensi Pertanian dan Perikanan yang Melimpah