Pemerintah Provinsi Jawa Timur Mendorong Koperasi Sektor Riil Jadi Penghubung Produksi dan Pasar

pemerintahan | 24 September 2026 19:03

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Mendorong Koperasi Sektor Riil Jadi Penghubung Produksi dan Pasar
Koperasi Sektor Riil Didorong Jadi Penghubung Produksi dan Pasar di Jawa Timur. (dok kominfo)

 

Langkah penguatan ini didasari oleh besarnya potensi komoditas pangan di Jawa Timur. Produksi padi Jatim diproyeksikan mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada periode Januari–Juli 2026. Di sektor perikanan, produksi budi daya pembesaran mencatatkan angka 1,39 juta ton pada 2025.

 

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Jatim, Andrio Himawan Wahyu Aji, menambahkan bahwa dari total koperasi aktif, sebanyak 3.874 unit (12,92 persen) telah bergerak di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan. Menurutnya, Bappeda bertindak sebagai orchestratoruntuk membagi peran antar-perangkat daerah secara presisi.

 

 

Sinergi lintas dinas terus dimaksimalkan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim menyiapkan langkah intensifikasi lahan, penyediaan benih bersertifikat, alsintan, dan alokasi pupuk bersubsidi guna menjaga status lumbung pangan nasional. Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim mendorong integrasi rantai pasok perikanan budi daya (air tawar, payau, dan laut) ke dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan menghubungkan rantai produksi langsung ke off-taker.