BANYUWANGI, PustakaJC.co - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyambut baik langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk menangani kepadatan di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi)–Gilimanuk (Bali). Dana tersebut akan difokuskan pada perbaikan dan penataan ulang Dermaga Bulusan.
Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa penanganan antrean kendaraan di Selat Bali membutuhkan sinergi lintas instansi. Hal ini mengingat lintasan tersebut merupakan urat nadi utama mobilitas masyarakat dan rantai pasok logistik Jawa–Bali. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (24/9/2026).
"Penanganannya membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik dalam penguatan kapasitas pelabuhan maupun pengelolaan lalu lintas menuju kawasan penyeberangan," ujar Windy dalam keterangan tertulisnya di Banyuwangi, Kamis, (24/9/2026).
Pembangunan dan penataan ulang Dermaga Bulusan ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026 dan rampung pada pertengahan Desember 2026. Penataan kawasan ini dirancang untuk menyambungkan area Dermaga Bulusan secara langsung dengan fasilitas Pelabuhan Ketapang.
Langkah terintegrasi ini diharapkan mampu mengurai penumpukan kendaraan logistik tanpa menambah beban kemacetan di jalan raya utama.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyampaikan bahwa selain perbaikan fisik, operasional pelabuhan juga terus disesuaikan secara dinamis. Penyesuaian skema operasional akan terus mempertimbangkan volume kendaraan, kesiapan armada kapal, hingga kondisi cuaca di Selat Bali.
"Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dengan tetap menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama," tutur Media. (ivan)