TULUNGAGUNG, PustakaJC.co – Angka pengangguran di Kabupaten Tulungagung memang menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, capaian tersebut belum cukup membawa daerah ini sejajar dengan rata-rata tingkat pengangguran di Jawa Timur.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Tri Hariadi, mengatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Tulungagung masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, meski masih lebih rendah dibandingkan angka nasional. Dilansir dari detik.com, Kamis, (11/6/2026).
“Pengangguran Tulungagung masih di atas provinsi, di bawah pusat (nasional),” kata Tri Hariadi, Rabu, (10/6/2026).
Menurutnya, kelompok penganggur terbanyak masih didominasi lulusan SMA dan SMK. Sebagian besar merupakan lulusan baru yang belum berhasil masuk ke dunia kerja karena terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan TPT Tulungagung terus mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 tercatat sebesar 6,65 persen, turun menjadi 5,65 persen pada 2023, kemudian 4,12 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 4,03 persen pada 2025.
Penurunan juga terjadi pada jumlah pengangguran. Tahun 2022 tercatat sebanyak 40.148 orang, turun menjadi 37.579 orang pada 2023, kemudian 27.923 orang pada 2024, dan kembali turun menjadi 27.202 orang pada 2025.
Meski demikian, angka tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah mengingat jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun, terutama dari kalangan lulusan sekolah menengah.
Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada 2025 mencapai 648.111 orang. Sedangkan jumlah angkatan kerja tercatat 675.313 orang atau turun sekitar 9,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 678.314 orang.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemkab Tulungagung terus memperkuat program pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK), baik yang dikelola pemerintah daerah maupun hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain pelatihan, pemerintah juga memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja melalui penyelenggaraan Job Fair Tulungagung 2026 yang digelar di halaman Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Disnakertrans menggandeng 47 perusahaan lokal maupun multinasional dengan total sekitar 3.750 lowongan pekerjaan yang tersedia untuk penempatan di dalam maupun luar negeri.
“Kami kerja sama dengan 47 perusahaan, dengan jumlah lowongan yang disediakan sekitar 3.750. Ada yang dalam negeri dan luar negeri,” ujar Tri.
Menurutnya, bursa kerja menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung sehingga proses rekrutmen dapat berjalan lebih cepat dan terbuka.
“Sektornya macam-macam,” tambahnya.
Tri optimistis ribuan lowongan yang tersedia dalam Job Fair 2026 dapat membantu mengurangi angka pengangguran terbuka di Tulungagung. Meskipun tidak seluruh pencari kerja terserap, setiap tambahan tenaga kerja yang berhasil memperoleh pekerjaan akan memberikan dampak positif terhadap penurunan angka pengangguran di daerah tersebut. (ivan)