Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen pada 2027, Siapkan Delapan Program Prioritas

pemerintahan | 10 Juni 2026 07:59

Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen pada 2027, Siapkan Delapan Program Prioritas
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan saat Rapat Paripurna DPR RI ke-21. (dok ss)

JAKARTA, PustakaJC.co – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 dan terus meningkat hingga 8 persen pada 2029. Target tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21, Selasa, (9/6/2026).

 

Purbaya menegaskan, kebijakan fiskal tahun 2027 akan diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (10/6/2026).

 

“Kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat,” ujarnya.

 

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, serta mempercepat investasi yang berorientasi ekspor. Pemerintah juga mendorong peran Badan Pengelola Investasi Danantara dalam mempercepat investasi produktif di sektor-sektor strategis.

 

 

 

Selain itu, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat dan memperluas lapangan kerja guna menopang konsumsi rumah tangga sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi.

 

Dari sisi fiskal, APBN akan difungsikan sebagai instrumen penggerak ekonomi sekaligus penjaga stabilitas nasional. Pemerintah menargetkan optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengembangan pembiayaan yang lebih inovatif.

 

Sebagai pendukung, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi makro ekonomi tahun 2027, antara lain nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800-Rp17.000 per dolar AS, inflasi 1,5-3,5 persen, dan suku bunga SBN tenor 10 tahun sebesar 6,5-7,3 persen.

 

Pemerintah juga memperkirakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada pada rentang 70-95 dolar AS per barel, seiring masih tingginya ketidakpastian ekonomi global.

 

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi nasional akan ditopang oleh delapan klaster program prioritas, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan.

 

“Pemerintah terus mendorong optimalisasi pendapatan negara dan penguatan kualitas belanja guna mendorong perekonomian sekaligus memastikan pemerataan pembangunan,” kata Purbaya.

 

 

 

Melalui berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, serta mengurangi ketimpangan ekonomi. (ivan)