SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pengembangan industri kayu berbasis kelestarian hutan melalui penguatan tata kelola kehutanan, hilirisasi produk, hingga perluasan akses pasar global. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya hutan di tengah meningkatnya permintaan dunia terhadap produk kayu berkelanjutan.
Kepala Dinas Kehutanan Jatim Jumadi yang diwakili dalam kegiatan Indowood Expo 2026 di Surabaya menegaskan bahwa tren global kini tidak hanya menuntut produk kayu berkualitas, tetapi juga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan secara sosial ekonomi. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (5/6/2026).
“Dunia tidak hanya membutuhkan produk kayu berkualitas, tetapi juga yang berkelanjutan secara ekologis, menguntungkan secara ekonomi, dan memberi manfaat sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut, Jawa Timur saat ini menjadi salah satu pusat industri pengolahan kayu terbesar di Indonesia dengan sekitar 1.332 unit industri yang memproduksi berbagai produk seperti plywood, furnitur, moulding, hingga engineered wood untuk pasar ekspor.