Bansos Rp1,8 Miliar Digelontorkan di Kediri, Buruh Rokok hingga Disabilitas Jadi Prioritas

pemerintahan | 25 Mei 2026 07:42

Bansos Rp1,8 Miliar Digelontorkan di Kediri, Buruh Rokok hingga Disabilitas Jadi Prioritas
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan sosial Rp 1,8 miliar ke masyarakat Kota Kediri. (dok jawapos)

KEDIRI, PustakaJC.co -  Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan sosial senilai Rp1,819 miliar untuk masyarakat Kota Kediri. Bantuan tersebut menyasar berbagai kelompok rentan, mulai buruh pabrik rokok, penyandang disabilitas, hingga keluarga prasejahtera.

 

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, penyaluran bansos itu menjadi bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dilansir fari jawapos.com, Senin, (25/5/2026).

 

“Hari ini penyaluran bansos senilai Rp1,8 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jawa Timur memperkuat perlindungan sosial dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan,” ujar Khofifah, Minggu (24/5).

 

 

 

Menurutnya, program bantuan sosial tersebut merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya program Jatim Sejahtera dalam mendukung visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.

 

Khofifah menegaskan, bantuan sosial tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat agar lebih mandiri.

 

“Saya selalu sampaikan supaya bantuan ini tidak hanya untuk kebutuhan dasar, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian,” katanya.

 

Adapun rincian bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Kota Kediri mencapai Rp1,794 miliar. Bantuan itu meliputi PKH Plus untuk 485 keluarga penerima manfaat dengan nominal Rp2 juta per tahun.

 

Selain itu, BLT DBHCHT diberikan kepada 265 buruh pabrik rokok sebesar Rp1 juta per tahun. Bantuan kemiskinan ekstrem juga disalurkan kepada 125 penerima dengan nominal Rp1,5 juta per tahun.

 

 

 

Tak hanya itu, bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas diberikan kepada 55 penerima masing-masing Rp3,6 juta per tahun. Kemudian KIP PPKS Jawara disalurkan kepada 24 penerima sebesar Rp3 juta per tahun.

 

Pemprov Jatim juga memberikan bantuan operasional dan tali asih kepada 48 pilar sosial, mulai SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, hingga Tagana.

 

Khofifah optimistis program perlindungan sosial di Jawa Timur akan semakin tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (ivan)