Kasus tersebut diketahui melalui pemeriksaan leptospirosis di RSUD Dr. Soetomo sebelum akhirnya dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium lanjutan di BBLK Salatiga.
Menurut Erwin, Dinkes Jatim telah melakukan sosialisasi kepada dinas kesehatan kabupaten/kota serta fasilitas pelayanan kesehatan terkait kewaspadaan Hantavirus, termasuk penguatan deteksi dini dan tata laksana kasus.
Hantavirus dapat menular ke manusia melalui inhalasi aerosol dari kotoran tikus yang mengering, kontak langsung dengan rodensia atau lingkungan yang terkontaminasi, gigitan hewan terinfeksi, hingga makanan dan minuman yang tercemar.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
“Gejala yang ditimbulkan dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, batuk, sesak napas hingga gangguan ginjal, dengan tingkat keparahan yang bervariasi,” imbuhnya.