DPRD Jatim Soroti Ketimpangan Pembangunan, Kemiskinan Madura Masih Tinggi

pemerintahan | 12 Mei 2026 19:17

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan Pembangunan, Kemiskinan Madura Masih Tinggi
Khusnul Arif selaku Juru Bicara Pansus LKPJ DPRD Jawa Timur memaparkan laporan rekomendasi Panitia Khusus terkait LKPJ Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Jatim di Surabaya. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.coDPRD Jawa Timur melalui Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di wilayah Madura meski capaian penurunan kemiskinan Jawa Timur secara umum dinilai cukup positif.

 

Sorotan tersebut disampaikan Juru Bicara Pansus LKPJ, Khusnul Arif dalam rapat paripurna DPRD Jatim di Surabaya, Senin, (11/5/2026).

 

Dalam laporannya, Pansus mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menurunkan angka kemiskinan dari 9,56 persen pada September 2024 menjadi 9,30 persen pada September 2025. Penurunan itu setara dengan berkurangnya sekitar 89.530 penduduk miskin. Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (12/5/2026).

 

 

“Selama enam tahun terakhir, Jawa Timur menjadi provinsi yang paling banyak menurunkan jumlah penduduk miskin secara absolut secara nasional, yakni mencapai 781.680 jiwa,” ujar Khusnul Arif.