Ia menambahkan, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan tim penguatan OPOP Jatim. Di antaranya melalui Dinas Koperasi dan UKM dengan fasilitasi advokasi kelembagaan, sertifikasi, akses pasar, hingga pembiayaan, termasuk program terbaru Pesawat (Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu).
Sejumlah lembaga turut terlibat dalam penguatan program ini, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui OPOP Training Center, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Bappeda Jatim dengan Samsat OPOP, Bank Indonesia melalui digitalisasi pembayaran, serta Bank Jatim Syariah dalam layanan perbankan syariah.
“Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara menjadi penghubung wilayah, khususnya Indonesia timur. Peran pesantren penting dalam mencetak SDM unggul dan penggerak ekonomi,” tambahnya.