Tak Mau Kecolongan Saat Lebaran, Khofifah Pastikan SAR Jatim Siap Total

pemerintahan | 22 Maret 2026 16:10

Tak Mau Kecolongan Saat Lebaran, Khofifah Pastikan SAR Jatim Siap Total
Pemprov Jatim-Basarnas pastikan kesiapsiagaan operasi SAR khusus. (dok antara)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan kesiapsiagaan penuh operasi search and rescue (SAR) khusus selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kesiapan harus dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan terkoordinasi lintas instansi, menyusul lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun kondisi darurat. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (22/3/2026):

 

“Kami memastikan seluruh elemen dalam kondisi siap siaga maksimal, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi, sehingga berbagai potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Khofifah, saat mendampingi Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Surabaya, Minggu (22/3).

 

 

 

Dalam kesempatan itu, Khofifah bersama Kepala Basarnas meninjau Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, yang menjadi salah satu titik krusial mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik.

 

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja Basarnas untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode Lebaran.

 

Khofifah menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berorientasi pada respons cepat saat kejadian, tetapi juga mencakup langkah mitigasi dan edukasi berkelanjutan guna meminimalkan dampak risiko.

 

 

 

Khofifah juga mendorong penguatan edukasi kebencanaan sejak dini melalui integrasi dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, termasuk pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa.

 

“Edukasi kebencanaan sejak dini penting untuk membangun awareness yang kuat sehingga generasi muda memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menerima piagam penghargaan dari Basarnas atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo.

 

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam penanganan operasi kemanusiaan, sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan. (ivan)