DPRD Jatim Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur

pemerintahan | 13 Oktober 2025 18:08

DPRD Jatim Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur
suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang digelar di Gedung DPRD Jatim, Surabaya. (dok istimewa)

SURABAYA, PustakaJC.co — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Minggu (12/10/2025).

 

 

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan pembukaan yang diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan menyanyikan Mars Jawa Timur.

 

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, yang secara resmi membuka paripurna tepat pukul 14.06 WIB dengan mengetukkan palu sidang.

 

 “Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2025–2026 dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” ujar Deni.

 

 

Dalam sambutannya, Deni menjelaskan bahwa penetapan Hari Jadi Jawa Timur mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2007. Tanggal 12 Oktober 1945 ditetapkan sebagai hari bersejarah karena pada saat itu Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo dilantik sebagai Gubernur pertama Jawa Timur, tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

“Peringatan Hari Jadi ini bukan sekadar seremoni, tetapi sarana menumbuhkan rasa persatuan dan kebanggaan daerah. Momentum ini memperkuat semangat memiliki dan membangun Jawa Timur sebagai rumah bersama bagi semua elemen masyarakat,” ungkap Deni.

 

 

Sementara itu, Ketua DPRD Jatim M. Musyafak menegaskan bahwa tema tahun ini, “Jawa Timur Tangguh, Terus Bertumbuh”, mencerminkan karakter masyarakat Jawa Timur yang pekerja keras, tangguh, dan berjiwa sosial tinggi.

 

 

 

 “Tema ini menggambarkan semangat masyarakat Jawa Timur yang pantang menyerah serta terus bergerak maju dalam pembangunan. Ketangguhan Jawa Timur bukan hanya pada kekayaan alam, tapi juga karakter masyarakatnya yang religius dan gotong royong,” tegas Musyafak.

 

 

Ia menambahkan bahwa DPRD Jawa Timur akan terus berkomitmen bersama pemerintah provinsi dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

 

 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen 80 tahun Jawa Timur sebagai refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah.

 

 

 

“Kita melihat momentum 80 tahun Provinsi Jawa Timur sebagai rahmat Allah. Jawa Timur tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus bertumbuh menuju kemajuan,” ujar Khofifah.

 

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ketangguhan dan pertumbuhan Jawa Timur lahir dari sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat.

 

“Hubungan antara Pemerintah Provinsi dan DPRD Jatim bukan semata hubungan kelembagaan, melainkan strategis dan berbasis komitmen rakyat. Sinergi ini lahir dari nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang menjadi kekuatan masyarakat Jawa Timur,” jelasnya. 

 

 

Dalam pidatonya, Khofifah juga memaparkan filosofi “Jatim Bisa”, yang mencerminkan semangat pembangunan Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.

 

Ia menjabarkan, Jawa Timur berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 sebesar 5,23 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen. Selain itu, surplus perdagangan mencapai Rp120,61 triliun, dan angka kemiskinan ekstrem turun hingga 0,66 persen.

 

 “Capaian ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil kerja keras seluruh masyarakat — dari petani, pelaku UMKM, akademisi, hingga pemerintah daerah. Sinergitas ini harus kita jaga,” tegasnya.

 

 

Rangkaian acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jatim ditutup dengan penayangan video “Tribute East Java” dan ceramah ilmiah dari Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, SH., SU., M.IP, serta doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

 

Peringatan Hari Jadi ke-80 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, kolaborasi, dan inovasi bagi seluruh masyarakat Jawa Timur dalam membangun daerah menuju masa depan yang semakin tangguh dan berkelanjutan. (ivan)