SURABAYA, PustakaJC.co – Tren siaran langsung (live streaming) di TikTok terus berkembang dan menjadi peluang baru bagi para kreator konten untuk memperoleh penghasilan. Di Surabaya, fenomena live singing atau bernyanyi secara langsung melalui TikTok semakin banyak dijumpai, terutama di kawasan Jalan Tunjungan yang dikenal sebagai salah satu ikon kota. Sabtu (6/6/2026).
“Saya merasa kalau di daerah asal agak sulit berkembang untuk dunia seni. Karena itu saya kembali ke Surabaya untuk mengembangkan bakat yang saya miliki,” ujarnya. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Sabtu (6/6/2026).
Tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan hobi dan bakat bermusik, aktivitas tersebut juga membuka peluang memperoleh pendapatan tambahan melalui gift virtual yang diberikan penonton selama siaran berlangsung.
Salah satu kreator yang aktif menjalankan aktivitas tersebut adalah Brian Stefanus, pria asal Kepulauan Aru, Maluku Tenggara. Selama kurang lebih satu tahun terakhir, ia rutin melakukan siaran langsung sambil membawakan lagu-lagu khas Indonesia Timur di kawasan Jalan Tunjungan.
Brian mengungkapkan bahwa dirinya telah menetap di Surabaya selama enam tahun setelah menyelesaikan pendidikan di Yogyakarta. Keputusannya kembali ke Kota Pahlawan dilatarbelakangi keinginan untuk mengembangkan potensi di bidang seni dan musik.
Berawal dari kegemarannya bernyanyi yang terinspirasi oleh sang kakak, Brian kemudian mulai membuat konten musik dan aktif melakukan live streaming di TikTok sejak 2024. Menurutnya, memilih lokasi siaran di ruang terbuka seperti Jalan Tunjungan memberikan dampak positif terhadap jumlah penonton dan jangkauan konten.
Ia menilai kawasan tersebut memiliki tingkat keramaian yang tinggi sehingga membantu meningkatkan performa siaran dibandingkan lokasi lain yang pernah dicobanya, seperti Kota Lama dan Taman Apsari.
Meski tren musik di media sosial terus berubah, Brian tetap konsisten membawakan lagu-lagu Indonesia Timur sebagai identitas khas yang membedakannya dari kreator lain. Namun demikian, ia tetap melayani berbagai permintaan lagu dari para penonton.
Terkait anggapan sebagian masyarakat yang menyamakan aktivitas live singing dengan mengamen, Brian menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar. Menurutnya, sumber pendapatan yang diperoleh berasal dari hadiah virtual di platform digital, bukan dari pemberian uang secara langsung di lokasi.
Bahkan, Brian mengaku pernah mendapat teguran dari petugas karena dianggap mengamen. Namun, setelah dijelaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan siaran langsung di TikTok, permasalahan itu dapat diselesaikan dengan baik.
Fenomena live singing di TikTok menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi digital mampu mengubah hobi menjadi peluang ekonomi baru. Selain menjadi sarana hiburan, platform media sosial kini juga membuka ruang bagi kreator lokal untuk memperluas jangkauan karya sekaligus meningkatkan pendapatan secara mandiri. (frchn)