GRESIK, PustakaJC.co – Kawasan Makam Sunan Giri tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga menyimpan kisah unik tentang buah mengkudu yang dipercaya masyarakat memiliki khasiat membantu pasangan suami istri memperoleh keturunan.
Di dalam kompleks makam, pohon mengkudu tumbuh di beberapa titik dan kerap diburu para peziarah. Keistimewaan mengkudu Sunan Giri terletak pada ukurannya yang kecil serta tidak memiliki biji, berbeda dengan mengkudu pada umumnya. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (7/2/2026)
Staf Yayasan Sunan Giri, Bashri Darda, mengungkapkan bahwa banyak peziarah datang khusus untuk mencari buah tersebut, bahkan dari luar negeri.
“Pernah ada peziarah dari Malaysia yang datang hanya untuk mencari mengkudu ini,” ujarnya, Jumat, (6/2/2026).
Menurut Bashri, buah mengkudu tersebut diyakini memiliki nilai simbolik dan spiritual, khususnya bagi pasangan yang tengah berikhtiar mendapatkan momongan. “Biasanya yang mencari adalah pasangan suami istri yang berharap segera diberi keturunan,” katanya.
Keunikan lain, meski dikenal tanpa biji, saat buah dibelah terkadang terlihat bentuk menyerupai biji. Sebagian peziarah memaknainya sebagai isyarat jumlah anak yang diharapkan. “Buahnya memang tidak berbiji, tapi kadang muncul isyarah yang dipercaya sesuai harapan,” jelas Bashri.
Pohon mengkudu, atau oleh warga setempat disebut bentis, memiliki postur lebih kecil dan tidak terlalu rimbun. Buahnya pun mungil dibandingkan mengkudu pada umumnya.
Saat ini, pihak yayasan telah membudidayakan pohon mengkudu dan menanamnya di beberapa titik di area makam guna memenuhi permintaan peziarah. Sementara pohon mengkudu yang diyakini sebagai peninggalan Sunan Giri tetap terawat dan berada di area pendopo makam. (ivan)