SURABAYA, PustakaJC.co – Kopi selama ini dikenal sebagai minuman yang mampu meningkatkan energi dan membuat tubuh lebih segar. Namun di balik itu, minuman ini juga menyimpan manfaat besar bagi kesehatan, terutama untuk organ hati.
Sejumlah penelitian yang dirangkum dalam meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin dapat membantu menurunkan risiko fibrosis hati hingga sekitar 35 persen. Bahkan, risiko kanker hati dilaporkan bisa berkurang hampir setengahnya pada kelompok yang rutin mengonsumsi kopi dalam jumlah wajar. Dilansir dari detik.com, Sabtu, (30/5/2026).
Dokter spesialis hati, dr. Abby Philips, menjelaskan bahwa manfaat tersebut tidak hanya ditentukan oleh frekuensi minum kopi, tetapi juga cara penyajian dan kebiasaannya.
Ia menyebut konsumsi ideal kopi berada pada kisaran 2–3 cangkir per hari. Pada jumlah tersebut, efek kopi masih tergolong aman dan justru memberi dampak positif bagi tubuh, selama tidak berlebihan dan masih dapat ditoleransi oleh masing-masing individu.
Dari sisi jenis kopi, Arabika dinilai lebih unggul dibanding Robusta karena mengandung lebih banyak senyawa antioksidan seperti polifenol dan asam klorogenat. Senyawa ini berperan penting dalam membantu melindungi sel-sel hati dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Proses pemanggangan juga ikut memengaruhi kualitas kopi. Tingkat sangrai medium disebut sebagai pilihan terbaik karena mampu mempertahankan kandungan senyawa aktif lebih baik dibanding dark roast yang cenderung mengurangi kadar antioksidan akibat suhu tinggi.
Selain itu, cara penyeduhan turut berpengaruh terhadap manfaat yang dihasilkan. Penggunaan metode filter dengan kertas saring direkomendasikan karena dapat mengurangi zat tertentu yang berpotensi meningkatkan kolesterol, seperti cafestol.
Tak hanya itu, kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer juga lebih dianjurkan agar manfaat kesehatannya tetap optimal. Penambahan pemanis berlebihan justru dapat mengurangi efek positif dari kopi itu sendiri.
Kandungan aktif dalam kopi seperti kafein, polifenol, dan melanoidin diketahui memiliki peran dalam mengurangi peradangan, menekan penumpukan lemak di hati, serta membantu melindungi sel dari kerusakan.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa konsumsi kopi bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan hati. Gaya hidup sehat secara menyeluruh tetap menjadi kunci utama, termasuk pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, serta menghindari alkohol.
Dengan kata lain, kopi bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi tidak dapat menggantikan kebiasaan sehat lainnya. (ivan)