GRESIK, PustakaJC.co — Rawon Nguling menjadi salah satu ikon kuliner legendaris dari Probolinggo, Jawa Timur. Hidangan ini dikenal dengan kuah hitam pekat dari kluwek, potongan daging sapi empuk, serta cita rasa gurih yang konsisten terjaga sejak puluhan tahun lalu.
Kuliner ini bahkan disebut telah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Dalam catatan sejarah lisan, rawon ini dulunya disajikan untuk kalangan bangsawan. Pada tahun 2018, Rawon Nguling ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memperkuat statusnya sebagai warisan kuliner khas Nusantara. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (23/4/2026).
Cita Rasa Khas yang Melegenda
Keunikan Rawon Nguling terletak pada racikan bumbu tradisional khas Jawa Timur. Kuah hitam dari kluwek menghadirkan rasa khas yang dalam dan sedikit earthy. Rempah seperti serai dan lengkuas memperkaya aroma, sementara daging sapi yang dimasak lama menghasilkan tekstur empuk dan bumbu meresap hingga ke dalam.
Sebagai pelengkap, hidangan ini biasanya disajikan dengan tauge segar, telur asin, kerupuk, dan sambal, menciptakan perpaduan rasa gurih, segar, dan pedas dalam satu piring.