SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menggelar program sterilisasi gratis bagi 100 ekor kucing lokal dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.
Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan program tersebut bertujuan mengendalikan populasi kucing liar yang terus meningkat di kawasan perkampungan maupun perumahan. Dilansir dari jawapos.com, Selasa, (2/6/3026).
“Selain menjaga kesehatan hewan, sterilisasi menjadi langkah efektif untuk menekan jumlah kucing liar yang semakin banyak ditemukan di lingkungan masyarakat,” ujar Nanik, Senin, (1/6/2026).
Kegiatan berlangsung di UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jalan Ikan Dorang Surabaya dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi yang memiliki program studi kedokteran hewan.
Dari total kuota 100 ekor kucing, sebanyak 70 ekor merupakan kucing jantan dan 30 ekor kucing betina. Seluruh peserta merupakan warga Surabaya yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP.
Menurut Nanik, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah pendaftar bahkan melebihi kuota yang tersedia sehingga dilakukan seleksi administrasi dan pemeriksaan awal kesehatan hewan.
“Pendaftarnya sangat banyak. Karena kuota terbatas, kami melakukan seleksi administrasi dan screening kesehatan. Seluruh layanan diberikan secara gratis,” katanya.
DKPP menetapkan syarat kucing yang akan disterilisasi harus berusia minimal enam bulan dan dalam kondisi sehat. Jika saat pemeriksaan ditemukan gangguan kesehatan, tindakan sterilisasi akan ditunda demi keselamatan hewan.
Salah satu peserta, Vanda Wati, warga Semolowaru, Sukolilo, mengapresiasi program tersebut. Ia mendaftarkan seekor kucing lokal yang selama ini sering diberi makan di sekitar rumahnya.
“Program ini sangat membantu untuk mengendalikan populasi kucing sekaligus menjaga kesehatan hewan. Semoga ke depan kuotanya bisa ditambah karena peminatnya banyak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nur Faiq, warga Ngagel Rejo, Wonokromo. Menurutnya, program sterilisasi gratis menjadi solusi bagi pecinta kucing yang ingin merawat hewan peliharaan dengan baik namun terkendala biaya.
“Dari dua kucing yang saya pelihara, satu bisa disterilisasi dan satu lagi ditunda karena belum lolos pemeriksaan kesehatan. Semoga program seperti ini rutin diadakan,” tuturnya.
Melalui program tersebut, Pemkot Surabaya berharap kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab semakin meningkat, sekaligus membantu mengurangi pertumbuhan populasi kucing liar di Kota Pahlawan. (ivan)