Transformasi Pasar Rakyat Dipercepat, Pemkot Surabaya Revitalisasi 15 Pasar Termasuk Tembok Dukuh

surabaya | 29 April 2026 18:09

Transformasi Pasar Rakyat Dipercepat, Pemkot Surabaya Revitalisasi 15 Pasar Termasuk Tembok Dukuh
MENINJAU — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melihat revitalisasi Pasar Tembok Dukuh. Pemkot menargetkan perbaikan 15 pasar tahun ini. (Dok. radarsurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat program transformasi pasar tradisional pada 2026 dengan menargetkan revitalisasi 15 pasar rakyat. Salah satu proyek prioritas, Pasar Tembok Dukuh, kini dikebut penyelesaiannya, Selasa (28/4/2026).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung progres penataan pasar tersebut untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Ia menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pada perubahan sistem dan aktivitas perdagangan di dalamnya, dikutip dari surabaya.jawapos.com.

“Pasar tradisional harus berubah. Bukan hanya bangunannya bagus, tetapi aktivitas di dalamnya juga tertib sesuai aturan,” ujar Eri.

Menurutnya, penataan dilakukan selaras dengan regulasi nasional terkait standar pengelolaan pasar rakyat. Salah satu langkah yang diambil adalah penertiban aktivitas yang tidak sesuai ketentuan, termasuk jenis dagangan tertentu yang selama ini kerap menimbulkan persoalan di dalam pasar.

Dari sisi kapasitas, jumlah stan di Pasar Tembok Dukuh meningkat dari sekitar 135 menjadi 189 stan setelah dilakukan penataan ulang. Penambahan ini diharapkan mampu mengakomodasi pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar.

“Dengan kapasitas bertambah, pedagang yang sebelumnya di luar bisa masuk ke dalam fasilitas yang sudah disediakan,” jelasnya.

Langkah tersebut juga menjadi strategi Pemkot untuk mengurangi praktik pasar tumpah yang kerap menyebabkan kemacetan dan mengganggu fungsi jalan di sekitar lokasi.

Selain itu, pembenahan infrastruktur dilakukan melalui penggantian atap guna meningkatkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Kondisi ini diharapkan menciptakan suasana pasar yang lebih terang, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Revitalisasi pasar ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2026. Setelah itu, aspek kebersihan akan diperkuat dengan dukungan petugas khusus yang dibiayai oleh PD Pasar Surya.

Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, memastikan seluruh pedagang tetap mendapatkan hak atas stan mereka meskipun dilakukan penataan ulang.

“Seluruh pedagang tetap mendapat haknya. Yang berubah adalah penataan dan penyesuaian jenis dagangan agar lebih tertib,” katanya.

Selain Pasar Tembok Dukuh, beberapa pasar lain yang masuk dalam program revitalisasi tahun ini antara lain Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung.

Pemkot optimistis program ini akan menjadi tonggak modernisasi pasar tradisional, menjadikannya lebih tertata, kompetitif, dan tetap terjangkau bagi masyarakat. (frchn)