SURABAYA, PustakaJC.co – Geliat produksi lontong di kawasan Kampung Lontong, Surabaya, mulai meningkat tajam menjelang perayaan Lebaran Ketupat 2026. Tradisi yang digelar sepekan setelah Idulfitri ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha lontong dan ketupat.
Salah satu sentra produksi, Rumah Lontong Ayu di kawasan Banyu Urip Lor Gang 10, mencatat lonjakan permintaan signifikan. Dalam kondisi normal, produksi berada di kisaran 18 hingga 20 keranjang per hari, dengan setiap keranjang berisi sekitar 70 lontong. Dilansir dari suarasurabaya.net, Kamis, (26/3/2026).
“Kalau hari biasa kita bikinnya 18 keranjang sampai 20 keranjang,” ujar Ayu.
Dengan jumlah tersebut, total produksi harian mencapai sekitar 1.400 hingga 1.500 lontong. Namun, memasuki momen Lebaran Ketupat, kapasitas produksi meningkat drastis hingga dua kali lipat untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar.
Tak hanya dari warga sekitar, pesanan juga datang dari pedagang hingga pelaku usaha kuliner di berbagai wilayah Surabaya. Tradisi Lebaran Ketupat yang identik dengan sajian lontong, opor, dan sambal goreng menjadikan kebutuhan lontong melonjak setiap tahunnya.
Kampung Lontong sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi lontong terbesar di Surabaya, yang memasok kebutuhan pasar tradisional hingga rumah makan. Momentum Lebaran Ketupat pun menjadi puncak panen bagi para perajin.
Lonjakan ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal tak hanya menjaga budaya, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara nyata. (ivan)