Investor Pasar Modal Jatim Melonjak, Transaksi Saham Tembus Rp72,7 Triliun

komunitas | 26 Mei 2026 08:07

Investor Pasar Modal Jatim Melonjak, Transaksi Saham Tembus Rp72,7 Triliun
Ilustrasi kelonjakan Saham. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Perkembangan pasar modal di Jawa Timur menunjukkan tren positif pada awal 2026. Jumlah investor hingga nilai transaksi saham tercatat mengalami lonjakan signifikan, menandakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi di tengah dinamika ekonomi global.

 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, mengatakan pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya literasi keuangan, digitalisasi layanan investasi, serta perilaku investor yang semakin matang. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (26/5/2026).

 

“Perkembangan pasar modal Jawa Timur hingga awal tahun 2026 menunjukkan tren yang positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah investor, aktivitas transaksi saham, kepemilikan saham, hingga perkembangan securities crowdfunding yang terus meningkat,” ujar Yunita, Senin, (25/5/2026).

 

 

Hingga Januari 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) saham di Jawa Timur mencapai 1.205.606 SID atau tumbuh 39,48 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara SID Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 193.665 SID atau naik 18,09 persen yoy.

 

Adapun SID reksa dana tercatat sebanyak 2.252.901 SID atau tumbuh 32,64 persen yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Tak hanya jumlah investor, aktivitas perdagangan saham juga melonjak tajam. Nilai transaksi beli saham pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp37,2 triliun atau naik 225,91 persen yoy.

 

Sedangkan nilai transaksi jual mencapai Rp35,549 triliun atau meningkat 224,35 persen yoy.

 

Secara keseluruhan, total transaksi saham di Jawa Timur pada Januari 2026 menembus Rp72,749 triliun. Angka tersebut tumbuh 225,15 persen dibanding Januari 2025 yang tercatat Rp22,374 triliun.

 

“Kemudahan akses melalui platform digital turut mendorong investor untuk semakin aktif melakukan transaksi maupun strategi investasi,” kata Yunita.

 

 

Dari sisi kepemilikan saham, nilai kepemilikan masyarakat Jawa Timur pada Februari 2026 mencapai Rp159,283 triliun atau meningkat 73,82 persen yoy.

 

Selain pasar saham, kinerja reksa dana di Jawa Timur juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Nilai penjualan reksa dana pada Desember 2025 tercatat Rp4,942 triliun atau tumbuh 154,60 persen yoy.

 

Sementara pada sektor Securities Crowdfunding (SCF), hingga Februari 2026 tercatat 34 penerbit dengan total 7.938 investor dan penghimpunan dana mencapai Rp61,7 miliar.

 

Menurut Yunita, kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional, sekaligus menunjukkan pentingnya instrumen investasi yang fleksibel dan mudah diakses di era digital. (ivan)