SURABAYA, PustakaJC.co - Sebanyak 202.551 jamaah haji Indonesia bersama 2.098 petugas dipastikan telah tiba di Arab Saudi. Pemerintah kini memfokuskan layanan pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan total kedatangan jamaah tercatat mencapai 527 kloter. Selain itu, sebanyak 16.596 jamaah haji khusus juga sudah berada di Tanah Suci. Dilansir dari nu.or.id, Senin, (25/5/2026).
“Seluruh fase keberangkatan jamaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Saat ini layanan difokuskan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jamaah,” ujarnya di Jakarta.
Pemerintah juga mengingatkan seluruh KBIHU agar tidak memasang atribut, spanduk, maupun tanda khusus di tenda jamaah di Arafah dan Mina. Penempatan jamaah wajib mengikuti pengaturan resmi demi menjaga ketertiban layanan selama puncak haji.
Kemenhaj menegaskan atribut yang melanggar aturan akan dicabut dan pihak terkait bisa dikenai teguran maupun sanksi sesuai ketentuan.
Menjelang Armuzna, jamaah diminta menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat, menjaga pola makan dan minum, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Jamaah juga diimbau membawa barang seperlunya selama Armuzna, seperti identitas diri, obat pribadi, perlengkapan ibadah, masker, botol minum, alas kaki nyaman, dan perlengkapan kebersihan.
Selain itu, jamaah dan petugas diajak saling membantu, terutama jika menemukan jamaah yang kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
Dalam kesempatan tersebut, Maria turut mengapresiasi jamaah yang telah membayar dam sesuai ketentuan resmi. Tahun ini tercatat sekitar 145.341 jamaah sudah membayar dam, terdiri dari 102.364 jamaah melalui Adahi di Arab Saudi dan 38.992 jamaah melalui mekanisme di Indonesia. (ivan)