Bank Jatim Luncurkan JConnect Edu, Dorong Digitalisasi Layanan Pendidikan di Jatim

komunitas | 22 April 2026 18:50

Bank Jatim Luncurkan JConnect Edu, Dorong Digitalisasi Layanan Pendidikan di Jatim
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) meluncurkan platform digital JConnect Edu di Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi meluncurkan platform digital JConnect Edu di Surabaya, Selasa, (22/4/2026), sebagai langkah memperkuat transformasi layanan pendidikan sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan sekolah di Jawa Timur.

 

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan JConnect Edu dirancang sebagai aplikasi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan administrasi dan transaksi pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

 

“Platform ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen mendukung ekosistem pendidikan. Melalui JConnect Edu, layanan pembayaran hingga pengelolaan administrasi bisa dilakukan dalam satu sistem,” ujarnya.

 

 

 

Peluncuran ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Bank Jatim terkait penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 

Winardi menjelaskan, sistem ini memungkinkan pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account dan QRIS, sekaligus memudahkan pengelolaan data keuangan dan administrasi sekolah secara lebih tertata.

 

Tak hanya itu, orang tua atau wali murid juga dapat mengakses informasi sekolah seperti absensi, jadwal pelajaran, hingga aktivitas pembelajaran secara langsung.

 

“Sekolah tidak perlu lagi membangun sistem sendiri. Semua kebutuhan sudah terintegrasi, sementara orang tua lebih mudah melakukan pembayaran,” katanya.

 

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai kehadiran JConnect Edu sebagai langkah strategis dalam mempercepat digitalisasi sektor pendidikan.

 

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas layanan pendidikan.

 

“Digitalisasi memungkinkan pengelolaan anggaran dilakukan secara real-time sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, sistem cashless juga dinilai lebih aman serta mampu meminimalkan potensi penyalahgunaan anggaran di lingkungan pendidikan. (ivan)