Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Perkuat Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

bumi pesantren | 16 Juni 2026 17:56

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Perkuat Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren
Dok nuonline

KEDIRI, PustakaJC.co – Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama akademik sebagai langkah memperkuat sinergi pengembangan perguruan tinggi berbasis pesantren.

 

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Ruang Senat UIT Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026). Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Universitas Darunnajah KH Sofwan Manaf dan Rektor UIT Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid.

 

Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi yang sama-sama berakar kuat pada tradisi pendidikan pesantren dalam memperluas kolaborasi akademik, penelitian, dakwah, hingga pengembangan jejaring internasional.

 

Rombongan Universitas Darunnajah dipimpin langsung oleh KH Sofwan Manaf didampingi Wakil Rektor Muhammad Irfanudin Kurniawan, dosen Rizma Ilfi, serta sejumlah delegasi lainnya. Sementara dari UIT Lirboyo hadir Rektor KH Reza Ahmad Zahid bersama jajaran pimpinan kampus dan sivitas akademika.

 

Dalam sambutannya, KH Sofwan Manaf menyampaikan bahwa kunjungan ke Lirboyo merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus belajar dari pengalaman panjang UIT Lirboyo dalam mengelola perguruan tinggi berbasis pesantren.

 

“Niat kami hadir di Universitas Islam Tribakti ini adalah silaturahmi dan mencari keberkahan. Kami datang untuk belajar,” ujar KH Sofwan.

 

Ia menjelaskan, Universitas Darunnajah berdiri pada tahun 2022 melalui penggabungan sejumlah sekolah tinggi di bawah Yayasan Darunnajah. Saat ini jaringan Darunnajah telah berkembang menjadi 23 kampus pesantren yang tersebar di berbagai daerah dengan total aset tanah wakaf produktif mencapai sekitar 1.228 hektare.

 

Menurutnya, kerja sama dengan UIT Lirboyo diharapkan dapat berkembang ke berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi, bisnis, kesehatan, serta penguatan kualitas pendidikan tinggi pesantren.

Sementara itu, Rektor UIT Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid atau yang akrab disapa Gus Reza menjelaskan bahwa UIT Lirboyo merupakan perguruan tinggi di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo dengan moto “Dari Pesantren untuk Bangsa”.

 

Ia menyebutkan lebih dari 80 persen mahasiswa UIT berasal dari lingkungan pesantren. Kampus yang berdiri sejak 1966 tersebut kini memiliki 17 program studi dan secara aktif mengirim dosen maupun alumninya ke berbagai negara seperti Inggris, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand untuk berdakwah serta mengajarkan ilmu agama.

 

“Kami hanya meneruskan tradisi dan budaya para leluhur kami,” kata Gus Reza.

Melalui MoU tersebut, kedua perguruan tinggi sepakat menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih operasional. Ruang lingkup kolaborasi mencakup pengembangan akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, dakwah, serta internasionalisasi kampus.

 

Kedua institusi berharap kemitraan ini dapat memperkuat peran perguruan tinggi Islam berbasis pesantren dalam menjawab tantangan pendidikan modern sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa. (int)