Muhammad Husain Adz-Dzahabi mengungkap bahwa Imam Al-Baghawi kadang menyebut riwayat tersebut tanpa komentar.
Namun, para peneliti sepakat jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding tafsir klasik lain, sehingga tidak mengurangi kredibilitasnya secara signifikan.
Dengan keakuratan, kedalaman, dan metodologi yang sistematis, Tafsir Al-Baghawi tetap menjadi rujukan penting hingga hari ini.
Kitab ini bukan hanya warisan ulama klasik, tetapi juga panduan relevan bagi generasi modern dalam memahami Al-Qur’an secara benar dan bertanggung jawab. (ivan)