Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah Kirim “Pesan Keras” ke PBB

bumi pesantren | 20 April 2026 18:28

Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah Kirim “Pesan Keras” ke PBB
Puluhan ribu Muslimat NU Jawa Barat menggema di Masjid Al Jabbar. Di momen Harlah ke-80, Khofifah Indar Parawansa memimpin deklarasi tegas: hentikan perang, wujudkan perdamaian dunia.

 

Dalam deklarasi tersebut, terdapat sembilan poin penting. Di antaranya mendesak penghentian konflik bersenjata global, penguatan diplomasi damai, serta perlindungan maksimal bagi warga sipil—terutama perempuan dan anak-anak.

 

Tak hanya itu, Muslimat NU juga menyoroti pentingnya perlindungan tenaga medis, fasilitas pendidikan, hingga jurnalis di wilayah konflik. Akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan juga menjadi tuntutan utama, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.

 

Poin lainnya menekankan penegakan hukum internasional, peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian, serta program rehabilitasi pascakonflik.

 

Khofifah menilai momentum Harlah ke-80 ini menjadi titik penting untuk menegaskan peran strategis perempuan di tingkat global. Ia menyebut kekuatan Muslimat NU yang memiliki latar belakang 136 disiplin ilmu mampu berkontribusi dalam diplomasi kemanusiaan internasional.

 

“Ini bukti bahwa Muslimat NU tidak hanya bergerak di ranah domestik, tapi juga responsif terhadap isu global,” ujarnya.