Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Jatuh 19 Februari 2026

bumi pesantren | 06 Februari 2026 20:44

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Jatuh 19 Februari 2026
Ilustrasi rukyatul hilal. (dok nuonline)

JAKARTA, PustakaJC.co – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan perhitungan falak, posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H atau Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 M, masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia.

 

Data LF PBNU menunjukkan tinggi hilal tertinggi terjadi di Kota Sabang, Aceh, dengan ketinggian mar’ie -1 derajat 41 menit, sementara terendah di Jayapura, Papua, yakni -3 derajat 12 menit. Adapun di Jakarta, dengan markaz Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, tinggi hilal tercatat -1 derajat 44 menit 39 detik. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (6/2/2026).

 

Ijtimak atau konjungsi Bulan–Matahari terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, pukul 19.02.02 WIB. Seluruh penghitungan dilakukan menggunakan metode falak hisab tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.

 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyampaikan data serupa. BMKG mencatat konjungsi terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB, sementara Matahari di seluruh wilayah Indonesia telah lebih dahulu terbenam.