Pandangan itu lahir bukan hanya dari pengalaman profesional, tetapi juga dari perjalanan personal. Dalam hidupnya, sosok perempuan pertama yang memberi pengaruh besar adalah ibunya sendiri.
Dari figur tersebut, ia belajar tentang arti pengorbanan yang tidak banyak diucapkan, tentang kerja keras yang tidak selalu terlihat, serta tentang doa yang diam-diam menguatkan langkah.
“Ibu mengajarkan saya ketulusan, kerja keras, dan kekuatan doa,” tutur sosok yang pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Mojokerto inj.
Selain itu, ia juga melihat inspirasi dari kepemimpinan perempuan di ruang publik. Nama Khofifah Indar Parawansa menjadi salah satu contoh yang menurutnya mampu menghadirkan kepemimpinan yang tegas, namun tetap humanis dan inklusif.
Dari dua ruang itu—keluarga dan pemerintahan—ia melihat satu benang merah yang sama: perempuan memiliki kekuatan besar dalam membentuk arah, baik secara personal maupun kolektif.