SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan industri dari siswa-siswi SMK Muhammadiyah Belik, Pemalang, Jawa Tengah, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Senin (15/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan peserta didik mengenai pengelolaan jaringan dan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan.
Kunjungan yang berlangsung di Kantor Diskominfo Jatim tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim Kerja Infrastruktur dan Jaringan TIK Bidang Aptika, Dendy Eka Puspawadi. Dalam kesempatan itu, para siswa mendapatkan pemaparan mengenai berbagai layanan digital dan infrastruktur teknologi informasi yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dendy menjelaskan salah satu inovasi yang dikembangkan Pemprov Jatim adalah portal Satu Data Jawa Timur melalui platform sata.jatimprov.go.id yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan data sektoral dari seluruh perangkat daerah.
Selain itu, para siswa juga diperkenalkan dengan aplikasi Klinik Hoaks, layanan yang membantu masyarakat memverifikasi kebenaran informasi serta melaporkan dugaan berita bohong. Menurut Dendy, keberadaan aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi digital dan membangun masyarakat yang lebih kritis dalam menerima informasi.
“Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat diharapkan lebih cerdas dan kritis dalam mengonsumsi informasi sehingga dapat mengurangi dampak buruk dari berita hoaks,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dendy juga memaparkan peran JatimProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) sebagai garda depan dalam penanganan insiden keamanan siber. Tim ini bertugas memberikan peringatan dini, melakukan penanggulangan insiden, hingga memulihkan sistem teknologi informasi agar layanan publik tetap berjalan optimal.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini sebanyak 63 perangkat daerah dan 38 pemerintah kabupaten/kota telah terhubung dalam Jaringan Intra Pemerintah (JIP). Sementara itu, Data Center Diskominfo Jatim juga telah memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 yang berlaku hingga tahun 2028.
Selain membahas keamanan siber dan jaringan, para siswa dikenalkan dengan sejumlah aplikasi lain seperti Apps Jatim, Helpdesk Jatim, LKPJ Digital, hingga Whistleblowing System (WBS) Jawa Timur.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah Belik, Slamet, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Diskominfo Jatim kepada para siswa. Menurutnya, kunjungan industri ini memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja dan pengelolaan teknologi informasi dalam skala yang lebih luas.
“Kami berharap setelah kunjungan ini wawasan siswa bertambah luas. Mereka tidak hanya memahami pengaturan jaringan dasar, tetapi juga mengetahui pengelolaan data center, keamanan siber, dan jaringan pemerintahan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi dan jaringan komputer. (nov)