Ia menjelaskan, program tersebut mencakup perbaikan ruang kelas, toilet, laboratorium, ruang administrasi, pembangunan ruang kelas baru, hingga perpustakaan untuk SMA.
Sementara untuk SMK meliputi pembangunan ruang praktik siswa, ruang komputer, UKS, ruang BK, ruang OSIS, serta laboratorium. Adapun SLB mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang keterampilan, fasilitas ibadah, hingga perpustakaan.
Menurut Khofifah, revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi peserta didik.
“Ini bukan hanya mengecat dinding atau memperbaiki gedung, tetapi upaya menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Jawa Timur,” katanya.