Ia mengungkapkan, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, tingkat penetrasi internet pada generasi Z telah mencapai 87,80 persen. Tingginya angka tersebut menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi secara produktif di ruang digital.
Menurutnya, tren konsumsi video yang terus meningkat menjadikan media visual sebagai sarana komunikasi paling efektif saat ini. Karena itu, keterampilan produksi konten video menjadi kompetensi penting bagi pelajar, baik untuk membangun personal branding maupun menciptakan ekosistem digital yang sehat.
“Melalui CERDIG, kami ingin mengarahkan potensi pelajar ke aktivitas yang produktif sekaligus meminimalisir dampak negatif penggunaan media digital yang tidak bijak,” tambahnya.