Menurut Emil, berbagai inovasi berbasis masyarakat seperti bank sampah, budidaya maggot, produksi paving block dari residu sampah, layanan pengambilan sampah rumah tangga, hingga TPS3R berkelanjutan tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa.
“Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Jawa Timur akan terus memperkuat fondasi pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan global,” pungkasnya. (ivan)