Oleh karena itu, Khofifah berpesan agar sekolah senantiasa menyiapkan tempat penyimpanan gawai para siswa. Sehingga, setiap individu bisa belajar dengan lebih fokus dan kuat secara sosial melalui transfer ilmu serta pendampingan karakter.
“Peran sebagai seorang guru sesungguhnya memang mulia di dunia, insya Allah mulia juga di akhirat. Panjenengan telah memberikan cahaya bagi dunia melalui sekolah-sekolah panjenengan. Berbagai ilmu dari semua bidang yang kemudian membentuk karakter dari anak-anak didik kita. Dan berkat panjenengan juga, tujuh tahun berturut-turut Jawa Timur jadi provinsi tertinggi yang siswanya diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes,” ungkapnya.
Lebih jauh, Gubernur Khofifah mengingatkan para guru penerima penghargaan tersebut akan Hadits Qudsi berbunyi “Ana ’inda zhanni ’abdi bi”, yang artinya “Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku”.
Ia juga mengajak para guru untuk terus menanamkan optimisme dan semangat dalam menjalankan tugas, seraya mengingatkan pentingnya membangun prasangka baik dalam setiap ikhtiar.
“Hadits Qudsi ini adalah hadits yang datang dari Allah langsung ke Rasulullah, tidak melewati Malaikat Jibril. Kata Allah, ‘Aku akan memberikan apa yang diprasangkakan oleh hambaku.’ Maka panjenengan semua, kepala sekolah dan para guru, saya mohon selalu memprasangkakan bahwa Allah akan membukakan rahman rahim-Nya kepada kita semua,” tuturnya.