Dalam Jambore Perhutanan Sosial 2026, juga dilakukan penandatanganan berbagai kemitraan usaha antara kelompok perhutanan sosial dengan dunia usaha dan industri. Selain itu digelar business matching sebagai upaya memperluas jaringan pemasaran produk hasil hutan dan agroforestri.
Khofifah menilai kemitraan menjadi faktor penting untuk mempercepat peningkatan kapasitas kelompok tani hutan dan KUPS. Melalui dukungan teknologi, pendampingan perguruan tinggi, serta kolaborasi dengan dunia usaha, kualitas produk diyakini akan semakin meningkat dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
"Kalau ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha maupun industri, maka akan terbuka akses pasar, kualitas produk meningkat, dan hilirisasi bisa berjalan lebih cepat," pungkasnya. (int)