Ia berharap keberadaan Said Iqbal di lingkungan Istana dapat mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada pekerja, termasuk penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan perlindungan sosial, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja.
“Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, buruh asal Kabupaten Bojonegoro, Yoga Pratama, menyebut pengangkatan Said Iqbal menjadi angin segar bagi kalangan pekerja. Namun, ia berharap mantan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu tetap menjaga sikap kritis meski kini berada di lingkaran pemerintahan.
Menurut Yoga, salah satu isu yang harus menjadi perhatian utama adalah kepastian kerja yang selama ini diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu, persoalan upah minimum dan sistem outsourcing juga perlu diperjuangkan.
“Selain itu soal upah layak. Said Iqbal bisa mengusulkan soal UMP itu yang harus menjadi perhatian. Menghapus sistem outsourcing itu juga penting untuk menjadi perhatian,” katanya.