BPBD Jatim Siaga Hadapi Kekeringan, Bondowoso Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Setiap Hari

pemerintahan | 06 Juni 2026 17:16

BPBD Jatim Siaga Hadapi Kekeringan, Bondowoso Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Setiap Hari
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto (infografis dok PustakaJC Kreatif Tim)

 

Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, BPBD Jatim juga mendorong langkah mitigasi jangka panjang melalui penguatan sistem peringatan dini, pemetaan daerah rawan kekeringan, pembangunan sarana penyimpanan air, serta edukasi pengelolaan air kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan agar dampak kekeringan tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan.

Pengalaman penanganan di sejumlah daerah menunjukkan kolaborasi antara BPBD Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, relawan, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau. Pada beberapa wilayah terdampak, BPBD Jatim bahkan rutin menyalurkan bantuan air bersih dan logistik pendukung sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat.

 

Dengan prediksi musim kemarau yang masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, BPBD Jatim memastikan seluruh jajaran tetap siaga untuk merespons laporan masyarakat dan mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan masyarakat sekaligus meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat bencana kekeringan. (int)