Salah satu jurus yang ditempuh adalah memperkuat penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Emil, program tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk membantu menyerap produksi telur sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Selain meningkatkan penyerapan, Pemprov Jatim juga mendorong perluasan distribusi telur ke berbagai daerah yang masih membutuhkan pasokan tambahan. Langkah ini dinilai penting mengingat sentra produksi telur di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Blitar, menghasilkan produksi yang sangat besar.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan pemerintah, sejumlah daerah masih memiliki kebutuhan telur yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh peternak lokal. Kondisi tersebut membuka peluang distribusi telur dari daerah surplus menuju wilayah yang membutuhkan.
“Skema seperti ini sedang kami dorong agar daerah yang membutuhkan pasokan bisa terhubung langsung dengan sentra produksi telur,” katanya.