Menurut Asep, sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi inflasi, terutama pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, cabai, dan bawang merah.
Selain memantau stok, Khofifah juga mengecek perkembangan harga sejumlah komoditas pangan yang mengalami fluktuasi. Pemprov Jatim terus mendorong berbagai langkah mitigasi melalui penguatan distribusi, kerja sama antar daerah (KAD), serta pengendalian pasokan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Bakorwil Malang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta stakeholder terkait dalam menjaga stabilitas ekonomi wilayah melalui pengawasan distribusi bahan pokok dan pemantauan dinamika harga di pasar tradisional.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus menjaga laju inflasi daerah tetap terkendali di wilayah Malang Raya. (ivan)