Khofifah menilai forum rapat kerja dan pameran teknologi kesehatan menjadi sarana penting bagi tenaga medis dan manajemen rumah sakit untuk memperoleh informasi terbaru mengenai inovasi di bidang kedokteran.
Jawa Timur sendiri memiliki 448 rumah sakit, menjadikannya salah satu provinsi dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia. Khofifah menekankan bahwa pertumbuhan jumlah rumah sakit harus diiringi dengan pemanfaatan teknologi mutakhir demi menjaga keselamatan pasien.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada alat kesehatan yang digunakan di Indonesia agar industri kesehatan nasional semakin mandiri.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur, dr. Bangun T. Purwaka, mengatakan pameran tersebut menunjukkan perkembangan teknologi medis yang semakin berkualitas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan pasien. (frchn)