Menurut Emil, sistem kesiapsiagaan kesehatan di Jawa Timur saat ini sudah jauh lebih siap setelah pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Sistem deteksi dan antisipasi penyakit menular terus dipertahankan agar mampu merespons cepat jika ditemukan kasus baru.
Ia menjelaskan, mekanisme pemeriksaan dan pengawasan Hantavirus telah memiliki metodologi yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah juga memastikan keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan situasi kesehatan.
“Pemerintahan ini transparan. Apapun yang terjadi, tidak ada yang kemudian tidak disampaikan kepada publik,” tegasnya.