Ia memastikan tidak boleh ada anak Jawa Timur yang tertinggal pendidikan. Pemprov pun menginstruksikan jajaran untuk aktif mendata anak putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan, terutama dari keluarga kurang mampu.
Upaya tersebut diperkuat dengan peningkatan sarana prasarana, fasilitas belajar, hingga menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan inspiratif. Sekolah didorong menjadi ruang aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Tak hanya fokus akademik, pembangunan karakter juga digencarkan melalui gerakan budaya integritas yang sudah diterapkan di 38 sekolah dan akan diperluas ke seluruh SMA, SMK, dan SLB. Nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab menjadi fondasi utama.
Di sisi lain, Pemprov Jatim juga menerapkan pembatasan penggunaan gadget saat pembelajaran. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan fokus belajar, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong budaya diskusi aktif di kelas.