Dinsos Jatim Salurkan BLT DBHCHT bagi Buruh Pabrik Rokok dan Perkuat KIP Putri Jawara 2026 Bersama Gubernur Jatim

pemerintahan | 22 April 2026 09:45

Dinsos Jatim Salurkan BLT DBHCHT bagi Buruh Pabrik Rokok dan Perkuat KIP Putri Jawara 2026 Bersama Gubernur Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Wildiani, menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT kepada perwakilan buruh pabrik rokok dan penerima manfaat program KIP Putri Jawara 2026 di Surabaya, Selasa, (21/4/2026). (foto ivan)

 

 

Masih terkait salurkan BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok dan perkuat KIP Putri Jawara 2026 , Restu Novi Wildiani dalam laporannya menegaskan bahwa program ini menyasar kelompok masyarakat paling membutuhkan.

 

“Hari ini tidak hanya Hari Kartini, tapi juga satu tahun perjalanan program KIP Kusuma Jawara. Sampai sekarang sudah ada 10.462 penerima manfaat,” ungkap Novi.

 

Ia menjelaskan, penyaluran DBHCHT tahun 2026 menjangkau 25 kabupaten/kota dengan total anggaran lebih dari Rp10,3 miliar. Bantuan tersebut diarahkan bagi masyarakat desil 1–5, termasuk buruh pabrik rokok, sebagai bentuk perlindungan sosial sekaligus penguatan ekonomi.

 

“Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya buruh dan kelompok rentan, agar tetap berdaya,” tegasnya.

 

Di sela sambutan, Novi juga menyampaikan kekagumannya kepada sosok gubernur perempuan tersebut—yang langsung disambut gelak tawa hadirin.

 

“Saya ditanya, siapa sosok perempuan yang paling saya kagumi? Ada tiga: Ibu Khofifah, Ibu Khofifah, dan Ibu Khofifah,” ujarnya.

 

Tepuk tangan kembali menggema.

 

Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi lebih emosional sekaligus penuh semangat. Lagu “Ibu Kita Kartini” dinyanyikan bersama. Para peserta berdiri, sebagian mengangkat tangan, sebagian lainnya merekam momen yang jarang mereka rasakan.

 

Di luar, gerimis belum benar-benar reda. Namun di dalam ruangan, harapan terasa tumbuh—tentang kehidupan yang lebih layak, usaha yang bisa berkembang, dan anak-anak yang kelak mengubah nasib keluarga.

 

 

 

 

Sore itu, bantuan memang dibagikan. Tapi yang lebih terasa adalah kehadiran negara—yang tidak hanya memberi, tetapi juga menguatkan. (ivan)