Ia menjelaskan, kebijakan tersebut difokuskan pada penguatan peran orang tua dan sekolah dalam mengontrol penggunaan gawai anak, terutama di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, pengawasan paling efektif tetap berada di tangan orang tua karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
“Karena bagaimanapun penggunaan gawai itu yang bisa memastikan orang tuanya. Anak lebih banyak di rumah daripada di sekolah,” katanya.