Kecemasan Sering Muncul Saat Malam? Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Ahli

gaya hidup | 13 Juni 2026 18:29

Kecemasan Sering Muncul Saat Malam? Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Ahli
dok.halodoc

JAKARTA, PustakaJC.co– Banyak orang merasa cemas, gelisah, atau overthinking justru saat malam hari ketika suasana mulai tenang. Kondisi ini ternyata bukan sekadar gangguan tidur, melainkan berkaitan dengan cara kerja sistem saraf dan otak yang kelelahan setelah beraktivitas sepanjang hari.

Pendiri dan Direktur Gateway of Healing Dr. Chandni Tugnait menjelaskan bahwa malam hari sering menjadi waktu ketika berbagai emosi dan tekanan yang tertunda akhirnya muncul ke permukaan. Sepanjang hari, otak disibukkan oleh pekerjaan, notifikasi, tenggat waktu, dan berbagai gangguan digital sehingga tidak sempat memproses stres yang dialami.

“Ketika malam tiba dan suasana menjadi tenang, sistem saraf yang selama ini bekerja tanpa henti akhirnya memiliki ruang untuk merespons berbagai tekanan yang sebelumnya tertunda,” ujarnya seperti dikutip dari Hindustan Times.

Menurut Tugnait, ada beberapa faktor yang membuat kecemasan lebih sering muncul pada malam hari. Pertama, otak tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memproses berbagai pengalaman sepanjang hari. Saat tidak ada lagi distraksi, berbagai pikiran yang tertahan muncul secara bersamaan.

Kedua, hormon stres seperti kortisol masih berada pada tingkat tinggi akibat stimulasi berlebihan selama siang hari. Kondisi ini membuat tubuh tetap berada dalam mode waspada meskipun sebenarnya tidak ada ancaman nyata, sehingga memicu rasa gelisah dan sulit rileks.

Ketiga, tubuh yang terbiasa dengan aktivitas dan kesibukan sepanjang hari mengalami perubahan drastis saat malam hari. Ketika lingkungan menjadi sunyi, pikiran yang sebelumnya teralihkan justru terasa lebih kuat dan intens.

Untuk membantu mengurangi kecemasan pada malam hari, Tugnait menyarankan membangun rutinitas sebelum tidur yang menenangkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain menjauhkan diri dari layar gawai, menulis jurnal, membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut dinilai dapat membantu menenangkan sistem saraf dan membuat tubuh lebih siap untuk beristirahat dengan nyaman. (nov)