Ady menjelaskan, MJO merupakan gangguan atmosfer tropis yang mampu meningkatkan suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia. Kondisi tersebut membuat potensi hujan di Jawa Timur masih tergolong tinggi meskipun sudah memasuki periode kemarau.
Selain fenomena MJO, BMKG juga mencatat adanya pengaruh gelombang Rossby yang turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Dampaknya, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Menurut BMKG, kondisi cuaca seperti ini diperkirakan masih akan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.