Meski demikian, sejumlah tantangan masih harus diatasi. Peneliti lain, Xiaoguang Duan, menyoroti kompleksitas limbah plastik yang terdiri dari berbagai jenis serta mengandung aditif seperti pewarna dan stabilizer. Hal ini membuat proses pengolahan tidak selalu konsisten.
Selain itu, pemisahan hasil akhir juga menjadi kendala teknis. Proses ini menghasilkan campuran gas dan cairan yang memerlukan energi tambahan untuk pemurnian, sehingga menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi agar lebih efisien dan ekonomis.
Para peneliti mendorong pengembangan lanjutan melalui desain katalis yang lebih kuat, rekayasa reaktor yang lebih efisien, serta sistem pemantauan yang lebih canggih. Dengan penyempurnaan tersebut, teknologi ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi krisis sampah plastik sekaligus memenuhi kebutuhan energi bersih di masa depan. (frchn)